Desa Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses awal masuknya suku Jawa ke Provinsi Aceh dan Proses terbangunnya “Desa Purworejo” di Provinsi Aceh tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan memlalui wawancara degan tokoh masyarakat.
Disebuah Provinsi Aceh, Kabupaten Nagan Raya, Kecamatan Kuala, ada sebuah desa
yang bernama “DESA PURWOREJO”. Yang uniknya walaupun desa tersebut terletak di
Provinsi Aceh tetapi mayoritas penduduk desa tersebut bersuku Jawa yang
transmigran dari Pulau Jawa ke pulau Sumatera.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data diproleh
melalui wawancara langsung dengan narasumber desa Purworejo. Analisis dilakukan
secara tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor dalam masuknya suku Jawa ke
Provinsi Aceh dan dalam membangun desa Purworejo.
Dokumentasi Pribadi (Ronald Wijaya, Ihsan Rahmadhan)
1.
Sejarah dan Latar Belakang Desa
Awal mulanya Suku Jawa bisa transmigran ke Provinsi Aceh ada berbagai
cerita salah satunya yaitu dipindahkan oleh pemerintahan Belanda untuk membantu
perkerjaan yang berada di Aceh yang salah satunya diperkebunan kelapa sawit
yang bernama PT. Sofindo pada tahun
1935.
Setelah lamanya msayarakat suku Jawa bekerja dan waktu
sudah masanya pensiun banyaknya masyarakat
suku jawa yang tidak lagi kembali ke tempat asalnya yaitu di pulau Jawa.
Masyarakat lebih memilih untuk netap dan membuka lahan baru membangun sebuah
perdesaan yang salah satunya desa Purworejo itu sendiri.
Alasasan masyarakat suku Jawa memberikan nama desanya dengan nama desa Purworejo itu sendiri karena Mayoritas Masyarakat Jawa berasal Dari Provinsi Jawa tengah, Kabupaten Purworejo, yang tepatnya di Magelang.
2.
Budaya dan Tradisi
Walaupun Masyarakat suku Jawa sekarang tinggal di Provinsi Aceh, tetapi
Mayarakat desa Purworejo masih banyak mempertahankan Budaya dan Tradisi Jawa
yang salah satunya yang masih sering dilihat bagian dari pernikahan adat Jawa
yaitu “Kembar Mayang”.
Tujuan dan fungsi Kembar Mayang yaitu digunakan sebagai simbol deskrorasi
dalam upacara pernikahan adat Jawa, khususnya dalam proses temu manten. Kembar
Mayang juga dianggap sebagai simbol dari kehidupan baru yang bermekaran dan
harapan untuk masa depan yang cerah.
3.
Ekonomi Masyarakat Desa Purworejo
Sektor pertanian merupakan salah satu penghasilan penduduk desa Purworejo,
dengan pekerjaan sebagai petani desa Purworejo juga dikenal sebagai puncak naik
turunnya harga sayuran di pasar, dengan kata lain disaat sasyuran di desa
Purworejo gagal panen maka harga sayuran di Pasar menjadi naik.
Dan masyarakat desa Purworejo juga bekerja sebagai pembuat Tempe Kacang, dengan isu yang tersebar tempe yang dibuat di desa Purworejo lebih enak dibanding Tempe ditempat lainnya.
4.
Strategi Pembanguan
Pembangunan pada desa Purworejo dilakukan secara bertahap yang dilakukan
bersama-sama dengan para warga bersuku jawa yang mayoritas berasal dari
Magelang Jawa Tengah yang juga mereka pensiuan dari sebuah PT. Sofindo.
Mereka bermula dengan melakukan pembukaan lahan secara bertahap di
Kabupaten Nagan Raya, setelah melakukan pembukaan lahan mereka langsung lanjut
untuk membangun perumahan, dan perkebunan.
5.
Peran Masyarakat
Banyak Masyarakat yang melaksanakan peran penting dalam mengawal warga
untuk membangun desa menjadi lebih maju lagi. Kepemimpinan lokal saat penting
dalam menumbuhkan rasa kepercayaan dan semangat di antara masyarakat desa
Purworejo.
· Kepala Desa: Pemimpin
tertinggi di desa, bertugas merancang dan melaksanakan program pembangunan.
· Sekretaris Desa
(Sekdes): Membantu kepala desa dalam administrasi dan perencanaan kegiatan
desa.
· Tokoh Agama:
Memberikan nasihat moral dan menjaga kerukunan masyarakat.
· Tokoh Pemuda: Menggerakkan kegiatan sosial dan inovatif di kalangan generasi muda.
Narasumber : Setiani
Umur : 53 Tahun
Lama tinggal di desa : 53 Tahun
Desa Purworejo merupakan contoh
suksesnya masyarakat melalui sulitnya jaman sebelum kemerdeakaan dan suksesnya
masyarakat melakukan adaptasi dari pulau Jawa ke pulau Sumatera tepatnya di
Provinsi Aceh dengan membangun desa-desa.
mantap
BalasHapusreal no gpt
BalasHapuspake chat gpt ya?
BalasHapussesungguhnya fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan
Hapus